Kamis, 10 Maret 2011

Membuat Histogram dan Poligon pada R-Programing

Rumus untuk menampilkan  :
  • HISTOGRAM
           HIST(data,main="nama Judul yang diinginkan)

  • POLIGON
           PLOT (titik tengah,frekuensi,main ="nama Judul yang diinginkan)
Untuk merubah warna dan garis poligon menggunakan rumus :
           POLIGON(titik tengah, frekuensi, col ="warna yang diinginkan",border="warna yang diinginkan)


CONTOH :

Untuk data tersebar : 
10,12,15,13,20,24,28,24,30,32,32,35,38,20,40,50,45,40,55,65,
70,68,75,55,74,81,85,85,72,55,45,40,55,50,72,85,38,75,20,10,
12,13,25,40,50,56,78,89,90,95


Yang sudah dibuat suatu tabel Distributif Frekuensinya, sebagai berikut : 

Menampilkan histogram bisa menggunakan rumus :
Hist(data,main=”Daftar_Pemasukan_Buku”) 

Menampilkan poligon kita harus mendeklarasikan/menginput titik tengah dan frekuensi yang terdapat pada data terlebih dahulu. 
Titiktengah = c (16.5, 30, 43,  , 95) 
Fi = c (10, 8, 8, …, 3)
Setelah itu untuk mencari mean bisa menggunakan rumus :
Plot (titiktengah, fi, main =”Daftar_Pemasukan_Buku”) 

Untuk merubah warna Poligon, menggunakan rumus :
Polygon (titiktengah, fi, col=”blue”,border=”red”)

Contoh pemecahan persoalan Data tersebar pada R-programing

Diketahui data yang terdiri dari :
10,12,15,13,20,24,28,24,30,32,32,35,38,20,40,50,45,40,55,65,
70,68,75,55,74,81,85,85,72,55,45,40,55,50,72,85,38,75,20,10,
12,13,25,40,50,56,78,89,90,95

Agar mempermudah dalam membuat suatu Tabel Distribusi Frekuensi pada Program-R ini, hal yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Mengurutkan data. Rumus : sort (data)

2.      Menentukan jumlah kelas. Rumus :
jumlahkelas = 1 + (3.322*log10 (length (data)))
ket : length (data) merupakan rumus untuk mencari  banyaknya data.
Setelah di enter, untuk memunculkan jumlah kelas ketik >jumlahkelas
Hasil Program diatas muncul : [1] 6.643978

3.      Menentukan jangkauan dengan cara mencari selisih nilai terbesar dan terkecil. Rumus : jangkauan = max (data )- min (data) , lalu enter
Sama halnya seperti jumlah kelas, untuk menampilkan hasil dari rumus jangkauan maka ketik  jangkauan , lalu enter akan muncul [1] 85



4.      Menentukan nilai interval. Rumus :
Interval = jangkauan/jumlahkelas
Setelah dipanggil kembali, hasilnya akan muncul [1] 12.79354

5.      Agar tidak janggal, jumlah kelas dan intervalnya dibulatkan dengan rumus : round (variable yg ingin dibulatkan).

6.      Menentukan Frekuensi. Rumus :
> frekuensi = function (x,y,z)
 + {a=0
 + for (I in 1 : length(data))
 + {if (x[i] >= y && x[i] <= z)
 + {a = a+1}}
 + print (a)}
Untuk memunculkan frekuensi maka tulis : >frekuensi (data , nilai data pertama kelas yang diinginkan ,nilai data terakhir kelas yg diinginkan ). Contoh mencari frekuensi data pertama : >frekuensi (data,10,23)

7.      Setelah itu, tabel Distribusi Frekuensi dapat dibuat dengan rumus :
tabel = edit(data.frame()), lalu enter
akan muncul jenela ini, klik var1 untuk merubah judul kolom1 seperti ini:

8.      Untuk pengisiaan kelas, pada kelas pertama nilai yang pertama kali ditulis adalah nilai   terkecil  yaitu 10 sebanyak interval. Kelas yang kedua dan seterusnya dimulai dari nilai data setelah kelas sebelumnya sampai interval. (setelah ditulis lalu close)

9.      Untuk menampilkan table kita hanya dengan cara mengetik nama tabel yang kita buat tersebut. Rumus : >tabel
Setelah dienter akan muncul

Selasa, 01 Maret 2011

TUGAS Struktur & Organisasi Data

SOAL :
  • Buatlah program dengan ketentuan sebagai berikut : 
  1. Mencari panjang string dari sebuah string
  2. Menggabungkan isi dari 2 buah string
  3. Menyisipkan isi sebuah string kedalam string yg lain
  • Buat program untuk menampilkan jurusan dan angkatan seseorang mahasiswa di Gunadarma berdasarkan NPM 
JAWABAN

No. 1
Listing program

Program satu;
uses crt;
Label 1;
var q : char;
    s1,s2,jwb,a,c : string;
    b : integer;
begin
clrscr;
1:
writeln ('------Menu------');
writeln ('1. Mencari panjang dari sebuah string');
writeln ('2. Menggabungkan string');
writeln ('3. Menyisipkan isi sebuah string');
writeln ('===========');
repeat
write ('Masukkan pilihan anda : '); readln (q);
    case q of
   '1': begin
        write ('Masukkan String/kata yang diinginkan : '); readln (s1);
        b:=length (s1);
        writeln ('Banyaknya huruf adalah : ', b);
        end;
   '2': begin
        write ('Masukkan String/kata pertama : '); readln (s1);
        write ('Masukkan String/kata kedua : ');readln (s2);
        a := concat (s1,s2);
        writeln ('Hasilnya adalah ', a);
        end;
   '3': begin
        a:= 'nama dari kelas 2ka17';
        INSERT('saripah',a,5);
        writeln ('hasilnya adalah ', a);
        end;
   end;
write('Apakah anda akan menambah pilihan? (y/t) : ');
readln (jwb);
until (jwb ='t');
readln;
end.

Output program


No. 2
Listing Program 


Program dua;
uses crt;
var npm,jur1,jur2,ang1,ang2 : string;
a,b,c : integer;
begin
clrscr;
write (‘Tuliskan NPM anda :’);
readln (NPM);
(*Gunadarma didirikan pada tahun 1981
Kode jurusan :
1 = Strata 1 ; Sistem Informasi
2 = Diploma 3 ; Manajemen Informatika
3 = Strata 1 ; Manajemen Komputer & Akuntansi*)
jur1:= Copy(npm,1,1);
if jur1 = ’1′ then jur2:= ‘Strata 1 – Sistem Informasi’ else
if jur1 = ’2′ then jur2:= ‘Diploma 3 – Manajemen Informatika’ else
if jur1 = ’3′ then jur2:= ‘Strata 1 – Manajemen Komputer & Akuntansi’ else
jur2:= ‘-’;
if jur2 <> ‘-’ then
Writeln(‘Jurusan anda adalah ‘,jur2,’ dengan kode jurusan ‘,jur1,’.’)
else
Writeln(‘Maaf, kode jurusan anda tidak ada dalam database kami.’);
ang1:= Copy(npm,4,2);
val(ang1,b,c);
if b > 81 then
Writeln(‘Anda termasuk angkatan 19′,b,’.’)
else begin
if b < 10 then begin
str(b:1,ang2);
insert(’0′,ang2,1);
Writeln(‘Anda termasuk angkatan 20′,ang2,’.’); end;
writeln(‘Anda termasuk angkatan 20′,b,’.’);
end;
readln;
end.


Output Program 

Jumat, 29 Oktober 2010

LEGITIMASI PEMERINTAH TERHADAP PEMBENTUKAN DAN PEMBEKUAN ORGANISASI MASYARAKAT

A. Latar Belakang

Dalam beberapa periode terakhir Indonesia banyak mengalami permasalahan internal, multikuturalisme-pluralisme. Benturan keduanya (multikulturalisme-pluralisme) terhadap masyarakat Indonesia setidaknya melibatkan kesiapan suprastruktur (pemerintah) dalam mengontrol dan mengawasinya. Dampak dari benturan (multikulturalisme-pluralisme) adaalah dibentuknya organisasi-organisasi masyarakat, diantaranya seperti KONTRAS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), ICW (Indonesia Corruption Watch), MASTAN (Masyarakat Standarisasi Indonesia), FPI (Front Pembela Islam), dll. Organisasi-organisasi tersebut mempunyai orientasi yang berbeda, seperti FPI misalnya, organisasi ini dibentuk berdasarkan tendensi pada agama dalam hal ini adalah agama islam yang diklaim sebagai agama mayoritas di Indonesia. FPI ini didirikan tidak lama setelah runtuhnya rezim Soeharto (tahun 1998), dengan tujuan menegakkan hukum Islam di Negara sekuler (Indonesia). Namun dalam perkembangannya organisasi ini banyak mengundang kontroversi, karena sebagai suatu organisasi FPI telah jauh melangkah dan bertindak sebagai polisi moral.

Sabtu, 12 Juni 2010

STOP ROKOK!!!!

Merokok merupakan penyebab penyakit yang utama disemua Negara dimana penduduknya merokok.Yang dirugikan bukan saja orang yang merokok itu sendiri, tetapi juga anak, isteri dan orang lain yang menghirup asap rokok tersebut. (second-hand smokers), karena sudah ditambah dengan CO2, sisa pembakaran O2 (Oxygen). Ketika menghirup asap rokok, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun! Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan,Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Kebiasaan merokok kerap disepelekan, padahal bahaya yang ditimbulkan oleh rokok sangat nyata.Merokok juga menjadi pemicu berbagai penyakit.

Kamis, 27 Mei 2010

Melakukan perawatan yang murah

  • Masker Wajah buah PISANG



Kandungan buah pisang ternyata bagus untuk kesehatan kulit yang banyak mengandung vitamin C untuk mencerahkan kulit, tak hanya itu pisang juga bermanfaat untuk membuat wajah Anda menjadi lebih awet muda.

Pisang menahan kadar air dalam kulit sehingga memberikan ekstra kelembaban dan mengangkat sel-sel kulit mati. Bisa juga untuk kulit adalah membuka pori-pori yang tersumbat, melembutkan serta menghaluskan kulit.


Kebudayaan di JAWA BARAT

Kebudayaan yang ada di Jawa Barat ini identik dengan budaya Sunda. Kharakteristik suku Sunda ini tercermin dari kebudayaan yang mereka miliki baik dari segi agama, mata pencaharian, kesenian dan lain sebagainya. Suku Sunda dengan sekelumit kebudayaannya merupakan salah satu hal yang menarik dan merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan.

Beberapa contoh :

Jaipongan adalah tarian moderen yang merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go'ong, Saron, Kacapi, dsb.