Kamis, 21 April 2011

Definisi dan Metodologi Ekonomi

  • Definisi 
Ekonomi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Yunani, oikonomos, yang berarti “pengatur rumah tangga.” Sedangkan ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Jadi, ekonomi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan kita sehari-hari, hanya saja dengan kacamata yang berbeda. Sepuluh Prinsip Ekonomi merupakan sejumlah ide pokok yang mendasari ilmu tersebut. Dibagi ke dalam tiga bagian sesuai deskripsi wilayah kerja ekonom di atas, artikel ini dimulai dengan kelompok yang pertama, yaitu bagaimana orang mengambil keputusan. Di sini kita akan mengamati ekonomi dalam kacamata seorang individu pelaku ekonomi.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan “apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi? ”
  • Metodologi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:
1.       Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
2.        Jenis-jenis analisis ekonomi.
3.       Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
4.        Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

  • Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga

Masalah Ekonomi Bagi Produsen
Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau  kekurangan  sebagai akibat dari  ketidak  seimbangnya  antara  kebutuhan  masyarakat  yang  relatif  tidak  terbatas dengan  faktor-faktor produksi yang  tersedia dalam masyarakat yang  relatif  terbatas.
Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai  jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan.
1.       Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi (what to produce), Karena sumber daya terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat  dapat diproduksi.  Ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
2.       Menentukan cara barang diproduksi (how to produce) , Metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, diperlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.
3.       Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi (to whom) , Salah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi.

Masalah Ekonomi Bagi Konsumen
Kebutuhan hidup manusia itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.
Pokok persoalannya adalah: bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam.

Salah satu Contoh Organisasi Ekonomi

Suatu bentuk organisasi ekonomi yang dipilih oleh sebagian anggota masyarakat untuk kesejahteraan hidupnya adalah koperasi. Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsip-prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotaka norang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dariUUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional.

Sebuah Koperasi dikatakan berhasil atau sukses jika mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi dapat mensejahterahkan anggotanya, karena ia menciptakan nilai tambah dari usaha mereka. Anggota bisa memperoleh nilai tambah jika mereka mau berpartisipasi dalam Koperasinya. Semakin sering anggota berpartisipasi, semakin besar nilai tambah yang mereka dapatkan. Agar Koperasi dapat memberikan nilai tambah kepada anggota, maka Koperasi itu sendiri harus baik kinerjanya. Dalam hal ini, semakin baik kinerja Koperasi, maka semakin besar kemampuan Koperasi mensejahterakan anggotanya. Semakin besar peran Koperasi memperbaiki kesejahteraan anggotanya, semakin tinggi partisipasi mereka dalam kegiatan Koperasi. Jadi, hubungan antara kinerja Koperasi, partisipasi anggota dan kesejahteraan anggota adalah hubungan yang saling mempengaruhi. 

Prinsip Koperasi
Di dalam Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan pada pasal 5 bahwa dalam pelaksanaannya, sebuah koperasi harus melaksanakan prinsip koperasi.
Berikut ini beberapa prinsip koperasi.
1.    Keanggotaan koperasi bersifat dukarela dan terbuka
2.    Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokrasi
3.    Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota.
4.    Modal diberi balas jasa secara terbatas.
5.    Koperasi bersifat mandiri.
 Anggota Koperasi mempunyai makna yang sangat strategis bagi pengembangan Koperasi, anggota dapat berfungsi sebagai pemilik (owner) dan sekaligus sebagai pengguna jasa (user) atau sering disebut dual identity of the member sebagai karakteristik utama Koperasi yang tidak dimiliki oleh bentuk perusahaan lain. Sebagai pemilik harus berpartisipasi dalam penyetoran modal, pengawasan, dan pengambilan keputusan, dengan harapan akan memperoleh pembagian SHU yang memadai, tetapi kenyataannya sangat sulit untuk mencapai tujuan tersebut. Harapan satu-satunya adalah berpartisipasi dalam memanfaatkan pelayanan Koperasi atau anggota sebagai pengguna jasa (user), dari fungsi ini anggota berharap dapat memperoleh nilai tambah berupa manfaat ekonomi yang disebut sebagai promosi ekonomi anggota. Oleh karena itu mengukur keberhasilan Koperasi jangan hanya dilihat dari sisi kemampuan Koperasi dalam menghasilkan SHU, tetapi yang utama harus dilihat dari kemampuan dalam mempromosikan ekonomi anggotanya.



Kamis, 10 Maret 2011

Membuat Histogram dan Poligon pada R-Programing

Rumus untuk menampilkan  :
  • HISTOGRAM
           HIST(data,main="nama Judul yang diinginkan)

  • POLIGON
           PLOT (titik tengah,frekuensi,main ="nama Judul yang diinginkan)
Untuk merubah warna dan garis poligon menggunakan rumus :
           POLIGON(titik tengah, frekuensi, col ="warna yang diinginkan",border="warna yang diinginkan)


CONTOH :

Untuk data tersebar : 
10,12,15,13,20,24,28,24,30,32,32,35,38,20,40,50,45,40,55,65,
70,68,75,55,74,81,85,85,72,55,45,40,55,50,72,85,38,75,20,10,
12,13,25,40,50,56,78,89,90,95


Yang sudah dibuat suatu tabel Distributif Frekuensinya, sebagai berikut : 

Menampilkan histogram bisa menggunakan rumus :
Hist(data,main=”Daftar_Pemasukan_Buku”) 

Menampilkan poligon kita harus mendeklarasikan/menginput titik tengah dan frekuensi yang terdapat pada data terlebih dahulu. 
Titiktengah = c (16.5, 30, 43,  , 95) 
Fi = c (10, 8, 8, …, 3)
Setelah itu untuk mencari mean bisa menggunakan rumus :
Plot (titiktengah, fi, main =”Daftar_Pemasukan_Buku”) 

Untuk merubah warna Poligon, menggunakan rumus :
Polygon (titiktengah, fi, col=”blue”,border=”red”)

Contoh pemecahan persoalan Data tersebar pada R-programing

Diketahui data yang terdiri dari :
10,12,15,13,20,24,28,24,30,32,32,35,38,20,40,50,45,40,55,65,
70,68,75,55,74,81,85,85,72,55,45,40,55,50,72,85,38,75,20,10,
12,13,25,40,50,56,78,89,90,95

Agar mempermudah dalam membuat suatu Tabel Distribusi Frekuensi pada Program-R ini, hal yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Mengurutkan data. Rumus : sort (data)

2.      Menentukan jumlah kelas. Rumus :
jumlahkelas = 1 + (3.322*log10 (length (data)))
ket : length (data) merupakan rumus untuk mencari  banyaknya data.
Setelah di enter, untuk memunculkan jumlah kelas ketik >jumlahkelas
Hasil Program diatas muncul : [1] 6.643978

3.      Menentukan jangkauan dengan cara mencari selisih nilai terbesar dan terkecil. Rumus : jangkauan = max (data )- min (data) , lalu enter
Sama halnya seperti jumlah kelas, untuk menampilkan hasil dari rumus jangkauan maka ketik  jangkauan , lalu enter akan muncul [1] 85



4.      Menentukan nilai interval. Rumus :
Interval = jangkauan/jumlahkelas
Setelah dipanggil kembali, hasilnya akan muncul [1] 12.79354

5.      Agar tidak janggal, jumlah kelas dan intervalnya dibulatkan dengan rumus : round (variable yg ingin dibulatkan).

6.      Menentukan Frekuensi. Rumus :
> frekuensi = function (x,y,z)
 + {a=0
 + for (I in 1 : length(data))
 + {if (x[i] >= y && x[i] <= z)
 + {a = a+1}}
 + print (a)}
Untuk memunculkan frekuensi maka tulis : >frekuensi (data , nilai data pertama kelas yang diinginkan ,nilai data terakhir kelas yg diinginkan ). Contoh mencari frekuensi data pertama : >frekuensi (data,10,23)

7.      Setelah itu, tabel Distribusi Frekuensi dapat dibuat dengan rumus :
tabel = edit(data.frame()), lalu enter
akan muncul jenela ini, klik var1 untuk merubah judul kolom1 seperti ini:

8.      Untuk pengisiaan kelas, pada kelas pertama nilai yang pertama kali ditulis adalah nilai   terkecil  yaitu 10 sebanyak interval. Kelas yang kedua dan seterusnya dimulai dari nilai data setelah kelas sebelumnya sampai interval. (setelah ditulis lalu close)

9.      Untuk menampilkan table kita hanya dengan cara mengetik nama tabel yang kita buat tersebut. Rumus : >tabel
Setelah dienter akan muncul

Selasa, 01 Maret 2011

TUGAS Struktur & Organisasi Data

SOAL :
  • Buatlah program dengan ketentuan sebagai berikut : 
  1. Mencari panjang string dari sebuah string
  2. Menggabungkan isi dari 2 buah string
  3. Menyisipkan isi sebuah string kedalam string yg lain
  • Buat program untuk menampilkan jurusan dan angkatan seseorang mahasiswa di Gunadarma berdasarkan NPM 
JAWABAN

No. 1
Listing program

Program satu;
uses crt;
Label 1;
var q : char;
    s1,s2,jwb,a,c : string;
    b : integer;
begin
clrscr;
1:
writeln ('------Menu------');
writeln ('1. Mencari panjang dari sebuah string');
writeln ('2. Menggabungkan string');
writeln ('3. Menyisipkan isi sebuah string');
writeln ('===========');
repeat
write ('Masukkan pilihan anda : '); readln (q);
    case q of
   '1': begin
        write ('Masukkan String/kata yang diinginkan : '); readln (s1);
        b:=length (s1);
        writeln ('Banyaknya huruf adalah : ', b);
        end;
   '2': begin
        write ('Masukkan String/kata pertama : '); readln (s1);
        write ('Masukkan String/kata kedua : ');readln (s2);
        a := concat (s1,s2);
        writeln ('Hasilnya adalah ', a);
        end;
   '3': begin
        a:= 'nama dari kelas 2ka17';
        INSERT('saripah',a,5);
        writeln ('hasilnya adalah ', a);
        end;
   end;
write('Apakah anda akan menambah pilihan? (y/t) : ');
readln (jwb);
until (jwb ='t');
readln;
end.

Output program


No. 2
Listing Program 


Program dua;
uses crt;
var npm,jur1,jur2,ang1,ang2 : string;
a,b,c : integer;
begin
clrscr;
write (‘Tuliskan NPM anda :’);
readln (NPM);
(*Gunadarma didirikan pada tahun 1981
Kode jurusan :
1 = Strata 1 ; Sistem Informasi
2 = Diploma 3 ; Manajemen Informatika
3 = Strata 1 ; Manajemen Komputer & Akuntansi*)
jur1:= Copy(npm,1,1);
if jur1 = ’1′ then jur2:= ‘Strata 1 – Sistem Informasi’ else
if jur1 = ’2′ then jur2:= ‘Diploma 3 – Manajemen Informatika’ else
if jur1 = ’3′ then jur2:= ‘Strata 1 – Manajemen Komputer & Akuntansi’ else
jur2:= ‘-’;
if jur2 <> ‘-’ then
Writeln(‘Jurusan anda adalah ‘,jur2,’ dengan kode jurusan ‘,jur1,’.’)
else
Writeln(‘Maaf, kode jurusan anda tidak ada dalam database kami.’);
ang1:= Copy(npm,4,2);
val(ang1,b,c);
if b > 81 then
Writeln(‘Anda termasuk angkatan 19′,b,’.’)
else begin
if b < 10 then begin
str(b:1,ang2);
insert(’0′,ang2,1);
Writeln(‘Anda termasuk angkatan 20′,ang2,’.’); end;
writeln(‘Anda termasuk angkatan 20′,b,’.’);
end;
readln;
end.


Output Program 

Jumat, 29 Oktober 2010

LEGITIMASI PEMERINTAH TERHADAP PEMBENTUKAN DAN PEMBEKUAN ORGANISASI MASYARAKAT

A. Latar Belakang

Dalam beberapa periode terakhir Indonesia banyak mengalami permasalahan internal, multikuturalisme-pluralisme. Benturan keduanya (multikulturalisme-pluralisme) terhadap masyarakat Indonesia setidaknya melibatkan kesiapan suprastruktur (pemerintah) dalam mengontrol dan mengawasinya. Dampak dari benturan (multikulturalisme-pluralisme) adaalah dibentuknya organisasi-organisasi masyarakat, diantaranya seperti KONTRAS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), ICW (Indonesia Corruption Watch), MASTAN (Masyarakat Standarisasi Indonesia), FPI (Front Pembela Islam), dll. Organisasi-organisasi tersebut mempunyai orientasi yang berbeda, seperti FPI misalnya, organisasi ini dibentuk berdasarkan tendensi pada agama dalam hal ini adalah agama islam yang diklaim sebagai agama mayoritas di Indonesia. FPI ini didirikan tidak lama setelah runtuhnya rezim Soeharto (tahun 1998), dengan tujuan menegakkan hukum Islam di Negara sekuler (Indonesia). Namun dalam perkembangannya organisasi ini banyak mengundang kontroversi, karena sebagai suatu organisasi FPI telah jauh melangkah dan bertindak sebagai polisi moral.

Sabtu, 12 Juni 2010

STOP ROKOK!!!!

Merokok merupakan penyebab penyakit yang utama disemua Negara dimana penduduknya merokok.Yang dirugikan bukan saja orang yang merokok itu sendiri, tetapi juga anak, isteri dan orang lain yang menghirup asap rokok tersebut. (second-hand smokers), karena sudah ditambah dengan CO2, sisa pembakaran O2 (Oxygen). Ketika menghirup asap rokok, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun! Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan,Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Kebiasaan merokok kerap disepelekan, padahal bahaya yang ditimbulkan oleh rokok sangat nyata.Merokok juga menjadi pemicu berbagai penyakit.